Beranda Advertorial Alun-alun Kembangjoyo Sepi, Komisi B DPRD Pati Soroti Kinerja Pemkab

Alun-alun Kembangjoyo Sepi, Komisi B DPRD Pati Soroti Kinerja Pemkab

0
Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pati, Ir. HM. Nur Sukarno
Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pati, Ir. HM. Nur Sukarno

KanalSatu.id – PATI, – Sepinya kondisi Alun-alun Kembangjoyo membuat komisi B DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Pati, Sukarno merasa prihatin. Padahal, seyogyanya alun-alun timur ini dijadikan sebagai pusat wisata kuliner di Bumi Mina Tani. Tapi apa daya, sejak digusur dari Alun-alun Simpang Lima, kemudian dipindah di belakang Gedung Olahraga Pesantenan dan dipindah ke Alun-alun Kembangjoyo, nasib dari Pedagang Kaki Lima (PKL) justru semakin terkatung-katung.

Sukarno pun mendorong kepada Pemkab bisa segera menyelesaikan masalah ini. Sebab, masalah ini dinilai terlalu berlarut-larut tak ada penyelesaian. Ia juga menilai pemindahan PKL tidakmemberikan manfaat bagi para PKL dan hanya menimbulkan konflik belaka.

“Memang kasihan ya dengan masalah semacam ini. Dulu mereka mencari nafkah disini (Alun-alun Simpang Lima), kemudian dipindahkan tetapi tidak sesuai harapan. Ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi Pemkab untuk menyelesaikan,” harapnya.

Selaku komisi B yang membidangi masalah PKL, Sukarno terbuka jika Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) bersama dengan PKL untuk mencarikan solusi bersama-sama.

“Jadi memang sudah ada Perdanya (Peraturan Daerah) yang mengatur soal itu. Yang membuat juga kami DPRD, jadi ayolah kita Carikan solusi bersama,” tutup politisi dari Partai Golkar ini.

Sementara itu Amin, salah satu PKL yang sebelumnya berjualan di Alun-alun Simpang Lima mengaku kehilangan mata pencaharian ketika tempat ia bersama ratusan PKL mencari nafkah kemudian di relokasi. Pihaknya berharap, Pemkab bersama dengan DPRD bisa segera mencarikan solusi demi kesejahteraan para PKL

“Secara ekonomi kita terpuruk, kalau dulu masih di alun-alun bisa kami andalkan. Kemudian dipindah, penghasilan tidak bisa kami andalkan. Jadi kami ingin bisa kembali ke tempat yang lama,” sambungnya.

Akibatnya, Amin menyebut teman-teman PKL yang sebelumnya berjumlah 430, saat ini hanya tersisa 30 PKL lantaran sepinya pembeli yang berdampak pada penurunan perekonomian. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here