KanalSatu.id – PATI, – Pasar Pragola Pati sejak awal digadang-gadang menjadi pusat oleh-oleh dan pemasaran Produk unggulan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Kabupaten Pati. Lokasi di jalur Pati Kudus turut Desa Margorejo ini telah diresmikan oleh Bupati Pati pada tanggal 21 April 2016 silam. Namun kondisinya sampai saat ini cenderung sepi dan belum sesuai dengan harapan.
Hal ini mendapat sorotan dari Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Yeti Kristianti. Politisi muda ini menilai kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) dalam mengelola Pasar Pragolo kurang maksimal. “Kondisinya saat ini sepi, berbeda dengan awal dibuka tahun 2026 lalu yang ramai, dan banyak pedagang yang membuka lapak di sana,” ujarnya.
Yeti berharap, sebagai lokasi yang direncanakan untuk showroom produk – produk khas Kabupaten Pati, dapat dikembangkan kembali agar pasar Pragola sangat terletak di lokasi strategis, yaitu di Jalan Raya Pati – Kudus Km. 6 Margorejo Pati ini dapat lebih bisa diberdayakan.
Yeti pun masih ingat, pada awal-awal berdiri, minat warga baik itu dari luar Kabupaten maupun dari Pati sendiri sangat antusias, ini terlihat dari ramainya kunjungan ke tempat tersebut. “Sebelum diresmikan saja transaksinya sudah mencapai ratusan juta rupiah saat itu,” ungkap Yeti.
Kader Partai Gerindra itu mendorong, agar Pemerintah Daerah Kabupaten Pati dalam hal ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD)Disdagperin agar bisa lebih fokus dan lebih maksimal di dalam pengelolaan pasar pragola tersebut.
Pihaknya akan berkoordinasi melalui rapat bersama dengan Disdagperin untuk hal tersebut. Diharapkan, pasar pragola dapat bergeliat kembali dan dapat menjadi showroom dari produk-produk UMKM dari lokal daerah, sehingga mampu mendongkrak roda perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan PAD atau Pendapatan Asli Daerah. (Adv)










