KanalSatu.id – PATI, – Salah satu satatus jabatan yang nasib baik belum sepadan dengan jerih payahnya di dunia pendidikan, adalah penjaga sekolah yang masih berstatus honorer. Nasib baik masih belum memihak para pengabdi di dunia pendidikan ini. Mereka yang sudah mengabdi selama bertahun-tahun di sekolah ini menerima gaji sebagai tenaga honor di SD Negeri di bawah 500 ribu, dan itu tergantung kemampuan sekolah.
”Honor kami masih ada yang 200, 300, dan maksimal 500 ribu rupiah. Sesuai dengan kemampuan sekolah masing-masing,” ujar salah satu penjaga SD di Pati yang enggan dicatut namanya.
Diakui, selain honor dari sekolah, ada bantuan lain yaitu dari pemerintah daerah, baik dari baznas dan hibah, namun besarannya, antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Dijelaskan, di Kabupaten Pati saat ini ada 642 SD Negeri yang tersebar di 406 desa dan kelurahan. “Dari jumlah itu, penjaga SD yang berstatus PNS sangat kecil sekali. Mayorita masih berstatus wiyata bakti alias honorer.
Hal ini mendapat tanggapan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Pati, Ir. H. Sukarno. Wakil rakyat dari Komisi B ini berharap Pemerintah Kabupaten Pati dapat memberikan solusi terkait honorarium tenaga pendidik di Pati.
Politisi dari dapil III ini berharap, agar gaji tenaga pendidik non ASN juga bisa diambilkan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar jumlahnya bisa lebih banyak. “Agar sepadan dengan pengabdian yang selama ini dilakukan,” pungkas dia. (Adv)










