KanalSatu.id – PATI, – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Ir. H. Sukarno mengaku kecewa dengan belum terealisasinya rencana pembangunan pabrik washing garam di Batangan. Dia menyayangkan rencana tersebut, karena hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda dimulai, alias mangkrak.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati ini mengatakan, keberadaan pabrik ini sangat dinantikan oleh para petani garam ini. “Kami sangat menyayangkan dan kecewa, karena sampai saat ini rencana tersebut belum terealisasi,” ujar Sukarno.
Menurut Sukarno, keberadaan pabrik ini mestinya akan dapat menampung tenaga kerja dari lokal daerah, sekaligus untuk menunjang program pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah. Dimana tahun 2024 ini, sesuai dengan instruksi pemerintah pusat harus usdah mencapai nol persen.
Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini menambahkan, pabrik ini nanti berfungsi untuk mencuci bahan baku garam. Sehingga, kondisi garam rakyat yang ada di sekitar Kabupaten Pati dapat memiliki kualitas yang lebih baik.
“Pabrik ini sedianya untuk membuat garam rakyat menjadi garam industri ini dan sudah direncanakan sejak lama. Namun sampai saat ini, rencana pendirian pabrik ini masih belum jelas kapan berdiri dan mulai beroperasi. Padahal, para petani sudah sangat menanti keberadaan pabrik tersebut,” ungkapnya.
Sukarno pun berharap, rencana pendirian Pabrik Washing Garam ini dapat segera terealisasi, sehingga bisa meningkatkan kualitas garam petani, sekaligus bisa menjadi solusi menekan angka pengangguran di Kabupaten Pati. “Berdirinya pabrik ini nanti akan mampu menampung banyak tenaga kerja, yang juga akan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pati,” pungkasnya. (Adv)










